Padahal kalau konsisten membeli produk dari industri dan pabrik lokal, ia menyebut pertumbuhan ekonomi pusat dan daerah bisa tumbuh hingga 1,71 persen.
"Bodoh sekali kita kalau tidak melakukan ini," kata dia kepada para menteri dan kepala daerah dalam acara Pengarahan tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia pada Jumat, 25 Maret 2022.
Baca Juga:
Kejati Sulut Tahan Bupati Sitaro Terkait Dugaan Korupsi Dana Stimulan Rumah Rusak
Untuk itu, Jokowi meminta pemerintah pusat hingga daerah memperhatikan tiga hal saat pengadaan barang. Pertama, yaitu menciptakan nilai tambah.
"Jangan beli hanya beli, belanja hanya belanja," kata dia.
Kedua, yaitu membangkitkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri dan memicu pertumbuhan nasional. Ketiga, yaitu membeli secara efisien.
Baca Juga:
Pemerintah Perkuat Pengawasan BSPS, Anggaran Rp10 Triliun Ditargetkan Perbaiki 400 Ribu Rumah
Jokowi mencontohkan pabrik kecil yang biasanya melayani kapasitas 1.000 produk. Tapi, karena ada pesanan dari pemerintah daerah dan pusat sampai 10 ribu, maka pabrik ini otomatis akan melakukan ekspansi memperluas pabriknya.
Sehingga, pabrik itu pasti akan menambah tenaga tenaga dan menggelontorkan dana investasi. "Nggak usah cari investor-investor dari luar," kata Jokowi.
Jokowi pun meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bisa mengawasi pembelian produk dalam negeri di institusi dalam negeri ini. Sehingga, target belanja produk dalam negeri bisa tercapai.