"(Posisi Masayoshi di dewan pengarah) nggak lagi," kata Luhut.
Bos perusahaan Jepang itu menyatakan tidak akan berinvestasi dalam proyek IKN Nusantara. Pemerintah akan mencari pengganti Masayoshi di dewan pengarah pembangunan IKN.
Baca Juga:
Tarik Investor, Izin HGB di IKN Bisa 160 Tahun
3. Arab-Abu Dhabi Tinggalkan SoftBank
Alasan kenapa SoftBank batal berinvestasi di IKN Nusantara juga karena Arab Saudi tidak lagi berinvestasi di SoftBank Vision Fund.
Softbank Vision Fund diluncurkan pada 2017 dan didukung oleh Arab Saudi dalam penghimpunan dana tahap pertama, namun di tahap kedua Arab tak lagi ikut. Selain Arab Saudi, Abu Dhabi juga tidak lagi menempatkan dananya ke Softbank Vision Fund.
Baca Juga:
Urungkan Niat Jadi Investor IKN, Softbank Alihkan Dana ke Sumbar
Oleh karena itu, Indonesia akan melakukan pendekatan kepada Arab Saudi untuk berinvestasi langsung di Indonesia, tanpa melalui SoftBank.
"Nah sekarang dana dari yang tadinya ke SoftBank itu dana vision keduanya itu nggak jalan, US$ 100 miliar itu, ya itu yang kita coba ambil sekarang dari MBS, dari Saudi dan dari Abu Dhabi," tambahnya.
4. RI Dekati Arab-Abu Dhabi