UMKM.WahanaNews.co | Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, berjanji menjaga stabilitas produksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah meningkatnya sejumlah harga bahan baku.
"UMKM sektor yang tangguh menghadapi badai ekonomi. Contohnya, di tengah melonjaknya harga minyak goreng dan elpiji bersubsidi, UMKM tetap berproduksi," kata Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Kota Palu, Rabu, 13 April 2022.
Ia menjelaskan dari pemantauan dilakukan, UMKM hingga kini masih produktif, meskipun volume dikurangi guna menghemat bahan. Khususnya, UMKM penjual makan dan kebutuhan sehari-sehari yang menggunakan bahan baku minyak goreng.
"Buktinya, di momen bulan puasa mereka masih menjajakan jualannya di pinggir jalan maupun di pasar Ramadan yang difasilitasi pemerintahan kota," ujar Setyo.
Berdasarkan catatan instansi terkait tahun 2021, jumlah pelaku UMKM di Palu mencapai 12 ribu dengan berbagai usaha macam usaha. Guna memberikan perlindungan terhadap pelaku usaha kecil, Pemkot Palu telah menyediakan skema tertentu, di antaranya memfasilitasi sertifikasi halal bagi produk olahan makanan dan minuman guna menarik minat konsumen membeli produk mereka.
Lalu, kebijakan Pemerintah Pusat juga memangkas biaya sertifikasi. Hal ini memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dari sisi pembiayaan mengakses sertifikat halal yang dikeluarkan sebagai bentuk pengakuan pemerintah terhadap kehalalan suatu produk.
"Perlindungan bagi usaha-usaha kecil maupun menegaskan menjadi tanggung jawab pemerintah, karena mereka memberikan kontribusi terhadap ekonomi daerah," ucap Setyo.
Baca Juga:
Dinas koperasi UMKM Madina Gelar Pelatihan Transformasi Digital
Intervensi lain yang sedang dilakukan Pemkot Palu, yakni memberikan bantuan modal usaha kepada usaha mikro senilai Rp2 juta per UMKM. Bantuan modal usaha bersumber dari anggaran Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Palu tahun 2022.[zbr]