Widi mengatakan panitia hendak mempelajari seluruh perencanaan Formula E, dari mulai pre-event hingga hari-H balapan. Melalui studi banding ini, Widi berharap panitia dapat melakukan penyesuaian dengan kearifan lokal di Indonesia.
"Iya, intinya adalah panitia harus persiapannya gimana, pre-event-nya seperti apa, penanganan marshall seperti apa," jelasnya.
Baca Juga:
Formula E Kembali Digelar: Publik Berharap Jakarta Maju dan Sukses
Widi juga membeberkan alasan mengapa Diriyah dipilih sebagai lokasi studi banding Formula E. Hal ini dikarenakan Diriyah menjadi kota pertama di dunia yang menggelar balapan Formula E di tahun ini.
Di samping itu, JakPro hendak mempelajari pengelolaan sponsor serta mencari referensi harga tiket hingga hari-H balapan. [JP]