WahanaInfrastruktur.com | Teknologi baru digunakan pada konstruksi jalan layang Kementerian PUPR. Teknologi itu adalah produk dari PT Waskita Beton Precast Tbk yang digunakan untuk Proyek Pembangunan Sarana Dan Prasarana Pelatihan Konstruksi Layang oleh Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR.
Produk yang dimaksud adalah SPRigWP alias Sistem Perkerasan Rigid Waskita Precast yang disuplai Waskita Beton pada Januari 2022.
Baca Juga:
Usut Korupsi Tol MBZ, Kejagung Periksa Dirut PT Bukaka Teknik Utama
"Produk ini merupakan produk unggulan yang dimiliki oleh perusahaan hasil inovasi terbaru untuk konstruksi jalan," ujar Direktur Bisnis dan Pengembangan Waskita Beton, Sugiharto dalam keterangannya seperti dilansir detikcom, Kamis (10/2/2022).
Penggunaan SPRigWP ada di proyek yang berlokasi di Citeureup, Jawa Barat. Waskita Beton menyuplai 33 pcs SPRigWP.
Jumlah itu terdiri dari 6 pcs SPRigWP tipe standar/lurus, dengan luas area yang disuplai sebesar 129.60 meter persegi dan 27 pcs SPRigWP tipe custom/lengkung, dengan luas area yang disuplai sebesar 801.03 meter persegi.
Baca Juga:
Siap Layani Jamaah Haji pada Mei 2023, Pengerjaan Aspal Overlay di Runway Bandara Juanda Dikebut
"Produk ini kami diproduksi di Plant Sadang, Jawa Barat," kata Sugiharto.
SPRigWP memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan sistem perkerasan jalan konvensional, antara lain dapat digunakan untuk konstruksi jalan baru dan peningkatan jalan, dapat mengendalikan beban berlebih dan kerusakan jalan, dan memiliki daya tahan yang lebih lama.
Pemasangannya juga lebih mudah, cepat, dan tepat, serta jalan dapat segera difungsikan meski sambungan belum di-grouting. SPRigWP juga dapat meminimalisir penutupan jalan dan memiliki biaya perawatan yang murah.
Sebagai informasi, SPRigWP ini pertama kali digunakan pada tahun 2016. Pengaplikasian dilakukan pada jalan akses menuju Plant Bojonegara, dengan panjang jalan 49 meter dan lebar 5 meter kemudian dilanjutkan dengan pengaplikasian di Plant Klaten dengan panjang 36 meter dan lebar 9 meter pada tahun 2017.
Selain itu, SPRigWP juga sudah berhasil diaplikasikan pada Ruas Jalan Margomulyo, Surabaya pada akhir tahun 2018 dengan panjang 48 meter dan lebar 23,4 meter.
Produk ini telah mendapatkan Paten dari Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum & HAM dengan Nomor IDP000080495 dan Spesifikasi Khusus Interim dari Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR sehingga dapat digunakan pada pembangunan ataupun preservasi jalan di lingkungan
Dirjen Bina Marga. [JP]