Pada kesempatan tersebut, Menteri Basuki juga meninjau beragam produk bambu, termasuk sepeda bambu yang disebut Spedagi dan berbincang-bincang dengan mama-mama pelopor bambu.
Salah satu mama pelopor bambu dari Kabupaten Nagekeo Ivon mengatakan saat ini tengah melakukan pembibitan di lahan sekitar rumahnya dengan menghasilkan 8.000 bibit. "Dari 8.000 bibit, kami mendapatkan uang (insentif) sebesar Rp 2.500 per-anak bambu," kata Ivon.
Baca Juga:
Menteri PUPR: Pembangunan Kartasura-Klaten Tuntas Akhir Agustus 2024
Direktur Eksekutif Yayasan Bambu Lestari Monica Tanuhandaru mengatakan Kampus Desa Bambu Agroforestri Turetogo sebagai pusat pendidikan, penelitian, pembibitan, dan penanaman bambu berbasis masyarakat dengan konsep menciptakan peluang ekonomi, konservasi kekayaan bambu endemik Indonesia, dan pentingnya bambu bagi restorasi lahan, konservasi air, dan mitigasi perubahan iklim, termasuk penanaman di areal lahan kritis.
"Pada 2022, total penerima manfaat telah mencapai 3.203 orang yang berperan dalam menyemai 2,8 juta bibit bambu di seluruh Indonesia. Kami melibatkan masyarakat di 127 desa, dari bibit itu telah ditanam lebih dari 1,5 juta bibit bambu," kata Monica Tanuhandaru.
Kampus Bambu Turetogo berjarak sekitar 33 km dari Bandara Soa Bajawa melewati jalan akses Bandara-Piga-Tarawaja-Waebetu yang merupakan jalan kabupaten sepanjang 18,5 km.
Baca Juga:
PUPR Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian pada Laporan Keuangan Tahun 2023
Kemudian jalan provinsi Waebetu-Jalan Soekarno Hatta sepanjang 1,2 km dan masuk jalan nasional Jalan A Yani-Jalan Gatot Subroto-Simpang Bajawa-Malanuza sepanjang 15,21 km, dan akses Kampung Bambu Turego dari Simpang 3 Were menuju lokasi sekitar 3,2 km yang merupakan jalan kabupaten.
Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Jarot Widyoko, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Direktur Irigasi dan Rawa Suparji, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Agustinus Junianto, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT Norman Wartabone, Kepala BP2P Yublina Bunga, Dirut PT Brantas Abipraya Sugeng Rochadi, Bupati Ngada Andreas Paru. [JP]