WahanaInfrastruktur.com | Jajaran direksi PT DAHANA melakukan kunjungan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam rangka memperkenalkan Board of Directors (BOD) yang baru sekaligus membangun sinergi dan kolaborasi untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur pemerintah.
Jajaran direksi BUMN yang bergerak di bidang bahan peledak ini disambut baik Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di ruangannya di Jakarta pada Senin, 24 Januari 2022.
Baca Juga:
OTT KPK di OKU Sumsel Tangkap Kadis PUPR, Kontraktor dan 3 Anggota DPRD
Menteri PUPR dalam kesempatan tersebut didampingi oleh Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, dan Dirjen Sumber Daya Air Kementrian PUPR. Sementara Direktur Utama PT DAHANA Wildan Widarman didampingi oleh Direktur Teknologi & Pengembangan Suhendra Yusuf RPN, Direktur Operasi Bambang Agung dan Direktur Keuangan, MR dan SDM Ahyanizzaman.
Dalam kesempatan tersebut, Wildan Widarman menyampaikan bahwa DAHANA memiliki kemampuan dalam mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor konstruksi dengan layanan total explosives solution yang dapat mempercepat proses pembangunan.
“DAHANA siap berkontribusi lebih baik lagi di kompetensi keahlian DAHANA dalam proyek-proyek tersebut, kami berterima kasih atas komitmen Kementerian PUPR untuk menggunakan produk bahan peledak dalam negeri,” ungkap Wildan.
Baca Juga:
PUPR Kota Tangerang Cek Jalur Mudik Lebaran 2025 untuk Pastikan Keamanan Pemudik
Sementara itu, Menteri Basuki menyambut baik sinergi dan kolaborasi dengan DAHANA, pihaknya juga menyatakan akan mendorong jajaran Kementerian PUPR, BUMN Karya, dan kontraktor-kontraktor konstruksi yang membutuhkan layanan blasting untuk menggunakan layanan dalam negeri.
“Hal ini merupakan upaya untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) seperti yang diamanahkan oleh Presiden Joko Widodo beberapa saat lalu,” ungkap Basuki Hadimuljono.
Pemerintah hingga saat ini terus mengejar pemerataan pembangunan di seluruh kawasan Indonesia, dengan membangun proyek infrastruktur seperti pembangunan jalan tol di Jawa (Bawen-Yogya), Sumatera (Pekanbaru-Padang), dan beberapa pembangunan tol lainnya. Selain itu, pemerintah juga sedang membangun 39 proyek bendungan.